RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan : SD/MI
Kelas / Semester : II (Dua)/I
Tema : 6 (Merawat Hewan dan Tumbuhan)
Sub Tema : 1 (Hewan di Sekitarku)
Pembelajaran : 4
Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan (6 x 35 menit)
A. KOMPETENSI INTI (KI)
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, tetangga, dan negara.
3. Memahami pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat dasar dengan cara mengamati, menanya, dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah, dan tempat bermain.
4. Menunjukkan keterampilan berfikir dan bertindak kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif. Dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerak yang mencerminkan anak sehat, dan tindakan yang mencerminkan perilaku anak sesuai dengan tahap perkembangannya.
B. KOMPETENSI DASAR (KD) & INDIKATOR
Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar
|
Indikator Pencapaian Kompetensi
|
3.7 Mencermati tulisan tegak bersambung dalam cerita dengan memperhatikan penggunaan huruf kapital (awal kalimat, nama bulan dan hari, nama orang) serta mengenal tanda titik pada kalimat berita dan tanda tanya pada kalimat tanya.
|
3.7.1 Mengetahui nama hewan dengan memperhatikan penggunaan huruf kapital serta mengenal tanda titik pada kalimat berita dan tanda tanya pada kalimat tanya.
3.7.2 Menulis makanan hewan peliharaan dengan memperhatikan penggunaan huruf kapital serta mengenal tanda titik pada kalimat berita dan tanda tanya pada kalimat tanya.
|
4.7 Menulis dengan tulisan tegak bersambung menggunakan huruf kapital (awal kalimat, nama bulan, hari, dan nama diri) serta tanda titik pada kalimat berita dan tanda tanya pada kalimat tanya dengan benar.
|
4.7.1 Mengelompokkan nama hewan dengan tulisan tegak bersambung menggunakan huruf kapital serta tanda titik pada kalimat berita dan tanda tanya pada kalimat tanya dengan benar.
4.7.2 Mendaftar makanan hewan dengan tulisan tegak bersambung menggunakan huruf kapital serta tanda titik pada kalimat berita dan tanda tanya pada kalimat tanya dengan benar.
|
Matematika
Kompetensi Dasar
|
Indikator Pencapaian Kompetensi
|
3.6 Menjelaskan dan menentukan panjang (termasuk jarak), berat, dan waktu dalam satuan baku, yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
|
3.6.1 Menyebutkan satuan berat sayuran dalam satuan baku.
3.6.2 Mendaftar satuan berat sayuran dalam satuan baku.
|
4.6 Melakukan pengukuran panjang (termasuk jarak), berat, dan waktu dalam satuan baku, yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
|
4.6.1 Menimbang sayuran dengan satuan berat.
4.6.2 Membandingkan berat sayuran yang satu dengan yang lain.
|
SBdP
Kompetensi Dasar
|
Indikator Pencapaian Kompetensi
|
3.2 Mengenal pola irama sederhana melalui lagu anak-anak.
|
3.2.1 Menyebutkan arti pola irama dalam Lagu Ayamku.
3.2.2 Menjelaskan macam-macam pola irama dalam Lagu Ayamku.
|
4.2 Menampilkan pola irama sederhana melalui lagu anak anak.
|
4.2.1 Menyanyikan lagu Ayamku karya A.T. Mahmud diiringi tepuk tangan yang sesuai.
4.2.2 Menyanyikan Lagu Ayamku dengan pola tinggi atau rendah.
|
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui pengamatan siswa dapat mengetahui nama dan makanan hewan dengan memperhatikan penggunaan huruf kapital serta mengenal tanda titik pada kalimat berita dan tanda tanya pada kalimat tanya.
2. Dengan menulis siswa dapat mengelompokkan nama dan makanan hewan dengan memperhatikan penggunaan huruf kapital serta mengenal tanda titik pada kalimat berita dan tanda tanya pada kalimat tanya.
3. Dengan melakukan percobaan menimbang sayuran, siswa dapat menyebutkan dan mendaftar satuan berat sayuran dalam satuan baku.
4. Dengan melakukan percobaan menimbang sayuran, siswa dapat menggunakan alat timbang dan membandingkan berat sayuran satu dengan yang lain.
5. Dengan bernyanyi lagu Ayamku siswa dapat membedakan panjang dan pendek bunyi pada lagu anak dengan menggunakan simbol secara tepat.
6. Dengan bernyanyi siswa dapat menyuarakan panjang dan pendek bunyi dengan benar.
D. MATERI PEMBELAJARAN
1. Bahasa Indonesia : Tulisan tegak bersambung, penggunaan huruf kapital , tanda titik pada kalimat berita dan tanda tanya pada kalimat tanya.
2. Matematika : Satuan panjang (termasuk jarak), berat, dan waktu dalam satuan baku, yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
3. SBdP : Pola irama lagu anak-anak.
E. PENDEKATAN, METODE, MODEL PEMBELAJARAN
1. Pendekatan : Saintifik dan Tematik Terpadu
2. Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Simulasi/Permainan, Penugasan dan Ceramah
3. Model : PBL (Problem Based Learning)
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
KEGIATAN
|
DESKRIPSI KEGIATAN
|
ALOKASI WAKTU
|
Pendahuluan
|
1. Guru memberikan salam dan mengajak siswa berdoa sesuai agama masing-masing dipimpin salah seorang siswa. (Religius : Beriman dan Bertakwa)
2. Siswa menjawab salam guru.
3. Menanyakan kabar siswa dan mengabsen kehadiran siswa. (Mandiri : Kedisiplinan Siswa)
4. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya.
5. Penyampaian materi bahwa akan mempelajari tema 6, subtema 1, pembelajaran 4.
6. Melakukan apersepsi dengan menanyakan pada siswa materi pertemuan sebelumnya. “Hewan apa yang dipelihara Lani?”(Apersepsi)
7. Siswa mencermati tujuan pembelajaran yang disampaikan guru.(Menyampaikan tujuan)
8. Siswa diberikan motivasi agar siswa tetap semangat belajar. (Memotivasi siswa)
|
10 menit
|
Inti
|
PROBLEM BASED LEARNING(PBL) :
ORIENTASI
1. Guru bertanya apakah ada yang punya hewan peliharaan. (Bertanya)
2. Siswa menjawab pertanyaan guru.(Menjawab)
3. Siswa mendengarkan materi pengantar yang disampaikan guru yakni tentang penggunaan huruf tegak bersambung, penggunaan tanda baca, nama dan makanan hewan disekitar, satuan panjang (termasuk jarak), berat, dan waktu dalam satuan baku, dan pola irama lagu anak-anak. (Menyajikan informasi)
4. Timbangan dan sayuran disediakan oleh guru.
5. Siswa memperhatikan ketika guru mempraktekkan cara penggunaann timbangan. (Mengamati)
6. Siswa ikut menanyikan Lagu Ayamku dipandu oleh guru. (Mencoba)
ORGANISASI SISWA
1. Siswa terbagi menjadi beberapa kelompok terdiri dari 3-5 siswa atau sesuai dengan jumlah siswa.
2. Siswa diberi LKS yang berisi kegiatan dan pertanyaan yang harus dikerjakan siswa secara berkelompok.
MENGUMPULKAN INFORMASI
1. Siswa diarahkan untuk mengamati gambar hewan-hewan peliharaan dan teks bacaan di Buku Siswa. (Mengamati)
2. Siswa membaca teks di Buku Siswa yang berjudul Ayam dan Kelinci. (Membaca)
3. Siswa mengamati video. (Mengamati)
4. Siswa menyimpulkan hasil pengamatan video.
5. Siswa menyampaikan pendapatnya/berperan aktif dalam kerja kelompok. (Diskusi)
6. Proses diskusi siswa diawasi oleh guru dan siswa dapat meninta bantuan guru ketika mengalami kesulitan.
7. Siswa praktek menggunakan timbangan, hasilnya dituliskan di LKS.(Mencoba)
8. Siswa berlatih bernyanyi Lagu Ayamku untuk tampil di depan kelas. (Berlatih)
9. Siswa menjawab pertanyaan di LKS sesuai hasil diskusi.
MENYAJIKAN HASIL
1. Hasil diskusi di tuliskan pada LKS.
2. Setiap kelompok diundi untuk maju menampilkan hasil diskusi, praktek menimbang sayuran dan menyanyikan lagu Ayamku. (Mengkomunikasikan)
3. Setiap siswa bergantian atau aktif dalam presentasi di kelas.
4. Setelah semua kelompok maju guru memberikan apresiasi berupa pujian atas hasil kerja kelompok. (Memberi penghargaan)
EVALUASI
1. Siswa mendengarkan dan mencatat konfirmasi guru tentang kebenaran hasil diskusi.
2. Siswa melakukan refleksi kegiatan guna meninjau apakan tujuan pembelajaran dapat tercapai atau tidak dengan menjawab pertanyaan dari guru.
|
185 menit
|
Penutup
|
1. Siswa menyampaikan pendapat atau pertanyaan kepada guru.
2. Siswa dan guru membuat kesimpulan dari materi yang telah dipelajari.
3. Siswa diberikan tindak lanjut berupa soal tes.
4. Mengakhiri pembelajaran dengan mengajak siswa berdoa sesuai agama masing masing, dipimpin oleh salah seorang siswa.
5. Pembelajaran berakhir siswa berbaris antri untur bersalaman kepada bapak/ibu guru lalu keluar kelas.
|
15 menit
|
G. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
1. Buku Siswa, Kelas II, Cetakan ke 2 (2017, Edisi Revisi), Tema 6 : Merawat Hewan dan Tumbuhan, Jakarta, Kementrian Pendidikan dan kebudayaan. (Buku Siswa halaman 24-30).
2. Buku Guru, Kelas II, Cetakan ke 2 (2017, Edisi Revisi), Tema 6 : Merawat Hewan dan Tumbuhan, Jakarta, Kementrian Pendidikan dan kebudayaan. (Buku Guru halaman 24-28).
3. Teks bacaan “Ayam dan Kelinci”.
4. Teks lagu Ayamku ciptaaan A.T Mahmud.
5. Alat timbangan dan benda-benda yang ditimbang.
H. PENILAIAN PEMBELAJARAN
1. Teknik Penilaian.
a. Penilaian Sikap : (K-2) Lembar Observasi.
b. Penilaian pengetahuan: (K-3) Tes.
c. Penilaian keterampilan: (K-4) Unjuk Kerja.
2. Bentuk Instrumen Penilaian
a. Penilaian Spiritual
No.
|
Nama Siswa
|
Indikator
| |||||||||||
Sikap Berdoa
|
Lafal Doa
|
Kekhusyu’an
| |||||||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
| ||
1.
| |||||||||||||
2.
| |||||||||||||
3.
| |||||||||||||
4.
| |||||||||||||
Keterangan :
1 : belum nampak/perlu pembinaan
2 : mulai nampak
3 : nampak
4 : membudaya
b. Penilaian Sikap
No.
|
Nama Siswa
|
Indikator
| |||||||||||
Jujur
|
Disiplin
|
Tanggung Jawab
| |||||||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
| ||
1.
| |||||||||||||
2.
| |||||||||||||
3.
| |||||||||||||
4.
| |||||||||||||
Keterangan :
1 : Kurang
2 : Cukup
3 : Baik
4 : Sangat Baik
c. Penilaian Pengetahuan
Skor penilaian : 100
Skor makasimal
Panduan Konversi Nilai :
Konversi Nilai
(Skala 0-100)
|
Predikat
|
Klasifikasi
|
81-100
|
A
|
SB (sangat baik)
|
66-80
|
B
|
B (baik)
|
51-65
|
C
|
C (cukup)
|
0-50
|
D
|
K (kurang)
|
A. Menjawab petanyaan dari gambar hewan peliharaan.
1. Kucing, ikan, burung, bebek, kelinci, kura-kura.(skor 25)
2. Biji-bijian, ikan, wortel, siput/keong, cacing.(skor 35)
3. Ya/tidak.(skor 15)
4. Sayuran, sisa makanan, dan tulang ikan.(skor 25)
B. Menjawab pertanyaan dari teks “Ayam dan Kelinci”
1. Ayam dan kelinci.(skor 50)
2. Jagung dan wortel.(skor 50)
C. Tes lisan(skor 100)
D. Tes tertulis(skor 100)
E. Penugasan(skor 100)
d. Penilaian Keterampilan
Ø Matematika (menimbang benda dengan alat timbang)→Sikap yang dapat dikembangkan adalah teliti dan tanggung jawab.
Aspek
|
Skor
| |||
1
|
2
|
3
|
4
| |
Ketepatan
membaca berat
benda pada
alat timbangan
sesuai berat
benda
|
Semua benda
yang dibaca
ukuran beratnya
salah.
|
50% atau lebih
berat benda
dibaca sesuai
ukuran dengan
benar.
|
Ada beberapa
berat benda
yang ditimbang
masih belum
sesuai ukuran
dengan benar.
|
Semua berat
benda dibaca
sesuai ukuran
dengan benar,
tanpa bantuan
guru.
|
Ø Bahasa Indonesia→Menulis makanan hewan dengan menggunakan huruf tegak bersambung, dengan memperhatikan penggunaan huruf kapital, sikap yang dapat dikembangkan adalah teliti.
Aspek
|
Skor
| |||
1
|
2
|
3
|
4
| |
Keterampilan:
Ketepatan
menuliskan
kata dan kalimat dengan huruf tegak bersambung
sesuai teks.
|
Semua kata,
kalimat, dan
ejaan ditulis
belum benar,
tanpa bantuan
guru.
|
Ada beberapa
kata, kalimat,
dan ejaan
ditulis belum
benar, dengan
bantuan guru.
|
Ada beberapa
kata, kalimat,
dan ejaan
ditulis belum
benar, tanpa
bantuan guru.
|
Semua kata,
kalimat, dan
ejaan ditulis
dengan benar
sesuai teks,
tanpa bantuan
guru.
|
Ketepatan
menuliskan
huruf kapital
pada kalimat
dalam sebuah
teks.
|
Penggunaan
huruf kapital
pada teks yang
ditulis semua
belum benar
|
Penggunaan
huruf kapital
pada teks yang
ditulis sebagian
kecil benar.
|
Penggunaan
huruf kapital
pada teks
yang ditulis
sebagian besar
benar.
|
Penggunaan
huruf kapital
pada teks yang
ditulis semua
benar.
|
Ø SBdP→Menampilkan panjang pendek bunyi pada lagu Ayamku, sikap yang dapat dikembangkan adalah percaya diri.
Aspek
|
Skor
| |||
1
|
2
|
3
|
4
| |
Pengetahuan:
Mengidentifikasi
panjang pendek
bunyi pada lagu
|
Semua
bagian lagu
yang ditandai
belum benar.
|
Kurang dari
setengah bagian lagu ditandai dengan benar
|
Setengah atau
lebih bagian
lagu ditandai
dengan benar
|
Semua bagian
lagu ditandai
dengan benar
|
Keterampilan:
Ketepatan
menampilkan
panjang pendek
bunyi pada lagu
|
Semua
bagian lagu
yang ditandai
belum benar.
|
Ada beberapa
nada yang
dinyanyikan
belum benar
panjang
pendeknya, dengan bantuan guru.
|
Ada beberapa
nada yang
dinyanyikan
belum benar
panjang
pendeknya,
tetapi dilakukan
tanpa bantuan
guru.
|
Semua nada
dinyanyikan
dengan
memperhatikan
panjang pendek
lagu, tanpa bantuan guru.
|
Ø SBdP→Menyanyikan lagu Ayamku
No.
|
Nama Siswa
|
Indikator
| |||||||||||
Pelafalan
|
Intonasi
|
Kesesuaian tepuk tangan dengan irama
| |||||||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
| ||
1.
| |||||||||||||
2.
| |||||||||||||
3.
| |||||||||||||
4.
| |||||||||||||
Keterangan :
1 : kurang
2 : cukup
3 : baik
4 : sangat baik
e. Pengayaan
Ø Pengayaan diberikan kepada siswa yang mempunyai kemampuan lebih tinggi.
Ø Siswa diberikan soal dengan tingkat kesulitan lebih tinggi.
Ø
f. Remidial
Ø Remidial diberikan kepada siswa yang nilainya di bawah KKM muatan mapel.
Ø Guru membimbing siswa untuk memahami kembali satuan baku untuk ukuran berat dengan cara menunjukkan gambar benda yang ditimbang dalam berbagai ukuran.
Ø Guru membimbing siswa dalam menuliskan huruf-huruf tegak bersambung yang masih sulit. Kemudian, siswa menuliskan kalimat dengan huruf tegak bersambung.
Ø Guru menyuarakan pola irama lalu siswa menirukan.
Wates, 8 April 2019
| ||
Kepala Sekolah
|
Wali Kelas
...............................
| |
NIP.........................
|
LAMPIRAN
1. BAHAN AJAR dan MATERI PEMBELAJARAN
A. Bahan ajar
![]() | ![]() | |
Teks Ayam dan Kelinci
|
Teks Lagu Ayamku
| |
![]() | ![]() | |
Sayur sayuran
|
Macam-macam hewan ternak
| |
![]() | ![]() | |
Macam-macam hewan ternak
|
Alat timbang
| |
B. Materi Pembelajaran
Ø Bahasa Indonesia
Binatang Liar dan Binatang Peliharaan
Disekitar kita ada binatang liar dan binatang peliharaan. Apa itu binatang liar dan binatang peliharaan?
a. Binatang liar artinya hewan yang tidak dipelihara orang dan hidup bebas.
b. Binatang peliharaan artinya hewan yang dipelihara manusia.
Contoh Binatang Peliharaan
a) Anjing
Hewan ini bermacam-macam jenis, ada Herder, Bulldog, Peking, Pomeranian, Poodle, Chihuahua, Mini Pincher, Papillon, Rootwieler, dan lainnya. Ada belasan jenis anjing di dunia ini. Masing-masing punya keunikan dan keunggulan. Karena itu, tak heran bila banyak orang yang suka memeliharanya.
b) Kucing
Seperti anjing, kucing pun beragam jenisnya. Ada kucing Persia, Angora (Anggora), Bengal, Birman, Bambino, Tiffanie, Ceylon, dan lainnya. Semuanya dipelihara juga karena keunikannya, kelucuannya, kecantikannya. Tak jarang, seorang pemelihara rela menghabiskan banyak biaya demi hewan kesayangannya ini.
Manakah yang paling banyak dipelihara antara anjing dan kucing? Sebagian menyatakan banyak anjing, sebagian lainnya menyatakan banyak kucing. Yang pasti, masing-masing daerah dan wilayah berbeda-beda. Misalnya di Eropa, orang lebih suka memelihara anjing daripada kucing. Sebaliknya di Indonesia, orang lebih suka memelihara kucing dibandingkan anjing.
c) Ayam
Jenis unggas yang satu ini sebenarnya lebih banyak dipelihara karena kebutuhan primer dalam jumlah yang sangat banyak. Mereka ini lebih pas disebut dengan peternak ketimbang pemelihara. Namun demikian, banyak pula masyarakat yang suka memelihara ayam di rumah-rumahnya dan hanya beberapa atau satu dua ekor saja. Ayam yang sering dipelihara mayoritasnya ayam jago. Namun bila lebih spesifik lagi, ayam yang dipelihara biasanya ayam ras seperti bekisar, Bangkok, dan lainnya.
d) Burung
Dibandingkan ayam, tampaknya masyarakat lebih suka memelihara burung. Kalau ayam berguna untuk bisa cepat bangun pagi (kalo pas lagi ngantuk banget, tetap tidur juga sekalian ngorok, hehehe).
Burung yang dipelihara biasanya merpati atau dara, betet, cendrawasih, merak, kakatua, elang, nuri, pipit, dan lainnya. Masing-masing dipelihara karena keindahan suaranya, bulunya, matanya yang tajam, dan lainnya. Burung merpati atau dara, misalnya, karena keindahan suara atau kicauannya, terkadang harganya lebih mahal yang mentah dibandingkan sudah matang. Kalo sudah matang, paling mahal Rp 50 ribu. Itupun sudah tambah aneka makanan lainnya.
e) Kelinci
Kelinci termasuk hewan yang paling banyak dipelihara. Terutama karena bulunya yang unik, kelucuannya yang menggelikan dan bikin gemas, atau lainnya. Anak-anak biasanya paling suka main sama kelinci. Selain karena ramah, ya paling lucu dan menggemaskan.
Bagi yang hobi memelihara kelinci, biasanya mereka rela menghabiskan jutaan rupiah hanya untuk menggalang hobinya ini. Tapi, bagi yang biasa-biasa saja, malah lebih sering makan kelinci, terutama dijadikan sate.
f) Marmut
Marmut juga cukup banyak dipelihara, terutama karena kelucuan dan kelincahannya. Tak jarang, mereka yang suka memelihara marmut mengikutsertakannya dalam sejumlah kontes, terutama lomba lari. Tapi sekencang apapun marmut lari, ia masih kalah dengan juara sprint seperti Usain Bolt. Namun demikian, banyak pula orang yang enggan memeliharanya karena geli atau takut. Sebab, bentuk tubuhnya mirip tikus, tapi bukan tikus got kok.
g) Hamster
Hamster adalah binatang sejenis hewan pengerat, terdapat berbagai jenis di dunia dan hampir ada di tiap negara. Bentuknya yang mini membuat hamster mudah untuk dibawa ke mana-mana dan tidak memerlukan kandang yang terlalu besar untuk merawatnya. Hamster termasuk ke dalam subfamili cricetinae.
h) Monyet
Hewan ini memang sangat familiar. Sebab, ia mudah ditemukan. Monyet terbilang hewan yang lucu dan menggemaskan. Karenanya tak heran ia sering diikutkan dalam berbagai event, seperti tari topeng monyet.
i) Ikan
Bila hewan lain dipelihara dalam jumlah satu hingga tiga ekor, beda dengan penggemar ikan, mereka biasanya memelihara beragam jenis dan jumlah. Terkadang sampai 10 macam. Mulai dari ikan mas, koi, cupang, lele, gabus, kakap, dan lainnya. Namun yang paling banyak dipelihara biasanya ikan mas dan koi. Beberapa di antaranya hanya memelihara ikan cupang, karena bentuknya yang unik.
j) Kuda
Tak banyak orang memelihara kuda. Hanya sebagian saja. Kalau pun ada yang mau memeliharanya, biasanya karena kebutuhan atau sekadar hobi saja. Walau terhitung hewan jinak, tapi banyak orang enggan memeliharanya. Masalahnya karena sulit mencari pakannya (makanannya).
Ø Matematika
A. Mengukur berat benda
Dalam kehidupan sehari-hari, sering dijumpai benda berbagai ukuran. Ada yang besar dan ada yang kecil, ada yan berat dan ada yang ringan. Kamu dapat menunjukkan benda yang berat atau ringan, bukan?
Contoh benda ringan : kapas, pensil, dan kertas.
Contoh benda berat : batu besar, seember air, dan meja.
Benda-benda dapat dibandingkan beratnya dengan cara mengangkat. Selain dengan mengangkat, berat benda dapat diukur menggunakan timbangan.
Contoh benda ringan : kapas, pensil, dan kertas.
Contoh benda berat : batu besar, seember air, dan meja.
Benda-benda dapat dibandingkan beratnya dengan cara mengangkat. Selain dengan mengangkat, berat benda dapat diukur menggunakan timbangan.
| |
Timbangan dalam miring kekanan
|
Timbangan dalam keadaan seimbang.
|
Mengukur berat menggunakan satuan tidak baku.
Dalam menimbang benda dapat menggunakan ukuran satuan tidak baku. Kamu bisa menggunakan satuan kelereng, kerikil, bola, atau benda lain. Perhatikan contoh berikut.
|
Berat kantong seimbang dengan berat 10 kelereng. Jadi, berat kantong 10 kelereng
|
|
Timbangan dalam keadaan seimbang.
Berat 1 wafer besar seimbang dengan berat 6 wafer kecil.
Jadi, berat 1 wafer 6 wafer kecil
|
B. Mengukur berat menggunakan sataun baku
Alat ukur biasa disebut timbangan. Perhatkan gambar dan nama-nama timbangan berikut :
| |
Timbangan pasar
|
Timbangan gantung
|
Untuk mengukur berat benda dengan tepat, sebaiknya digunakan timbangan yang sesuai.Misalnya:
Ø Timbangan pasar untuk menimbang telur, gula, dan tepung dalam jumlah yang tidak banyak.
Ø Timbangan roti untuk menimbang buah, telur, dan tepung
Ø Timbangan gantung untuk menimbang sekarung beras, sekarung kedelai, dan benda yang berat.
Ø Timbangan berat badan untuk menimbang berat benda kita.
Ø Timbangan neraca untuk menimbang benda-benda yang sangat ringan, seperti cincin, kalung, emas, dan perak.
Satuan berat yang baku antara lain gram dan kilogram.
Ø SBdP
Pola irama yaitu panjang pendeknya bunyi. Panjang pendeknya bunyi dapat dihitung berdasarkan ketukan. Ketukan merupakan bunyi yang teratur yang digambarkan seperti bunyi detak jarum jam.
Pola irama berjalan menurut birama. Birama yaitu kuat dan lemahnya bunyi dalam lagu. Kuat lemahnya bunyi dibatasi garis birama. Birama ditandai dengan tanda birama. Contoh dari tanda birama yaitu 4/4. Artinya setiap birama ada empat ketukan.
Membuat Pola Irama
Ada banyak bunyi di sekitar kita. Jika bunyi-bunyi dimainkan berulang, akan menghasilkan pola irama. Kelompok irama yang membentuk hitungan tetap disebut birama. Ada birama dua, tiga, dan empat :
a. Birama dua memiliki dua hitungan.
b. Birama tiga memiliki tiga hitungan.
c. Birama empat memiliki empat hitungan.
Membuat pola irama dapat menggunakan alat musik ritmis. Misalnya drum, rebana, marakas, dan tamborin. Membuat pola irama juga dapat menggunakan anggota tubuh. Misalnya tepuk tangan, jentik jari, dan entak kaki.
Contoh pola irama birama 2
Contoh pola irama birama 2
Contoh pola irama birama 3
LEMBAR KERJA SISWA (LKS) 1
MENGIDENTIFIKASI MAKANAN HEWAN
Satuan Pendidikan : SD/MI
Kelas / Semester : II (Dua)/I
Tema : 6 (Merawat Hewan dan Tumbuhan)
Sub Tema : 1 (Hewan di Sekitarku)
Pembelajaran : 4
Alokasi Waktu : 35 menit
Nama Kelompok : .....................................
Anggota Kelompok :
1. .................................
2. .................................
3. .................................
4. .................................
5. .................................
Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi :
Kompetensi Dasar
|
Indikator Pencapaian Kompetensi
|
3.7 Mencermati tulisan tegak bersambung dalam cerita dengan memperhatikan penggunaan huruf kapital (awal kalimat, nama bulan dan hari, nama orang) serta mengenal tanda titik pada kalimat berita dan tanda tanya pada kalimat tanya.
|
3.7.1 Mengetahui nama hewan dengan memperhatikan penggunaan huruf kapital serta mengenal tanda titik pada kalimat berita dan tanda tanya pada kalimat tanya.
3.7.2 Menyebutkan makanan hewan peliharaan dengan memperhatikan penggunaan huruf kapital serta mengenal tanda titik pada kalimat berita dan tanda tanya pada kalimat tanya.
|
4.7 Menulis dengan tulisan tegak bersambung menggunakan huruf kapital (awal kalimat, nama bulan, hari, dan nama diri) serta tanda titik pada kalimat berita dan tanda tanya pada kalimat tanya dengan benar.
|
4.7.1 Mengelompokkan nama hewan berdasar makanannya dengan tulisan tegak bersambung menggunakan huruf kapital serta tanda titik pada kalimat berita dan tanda tanya pada kalimat tanya dengan benar.
4.7.2 Mendaftar makanan hewan dengan tulisan tegak bersambung menggunakan huruf kapital serta tanda titik pada kalimat berita dan tanda tanya pada kalimat tanya dengan benar.
|
Tujuan Pembelajaran :
Siswa dapat mengetahui serta mengelompokkan nama dan makanan hewan dengan memperhatikan penggunaan huruf kapital serta mengenal tanda titik pada kalimat berita dan tanda tanya pada kalimat tanya.
Langkah Kerja :
1) Amati gambar dan baca teks pada BS hal 24, 25 dan 27.
2) Pahami makna dari setiap gambar dan teks.
3) Siswa menuliskan pekerjaanya di kolom yang disediakan.
No.
|
Nama Hewan
|
Makanan
|
1.
| ||
2.
| ||
3.
| ||
4.
| ||
5.
|
Pertanyaan :
1. Mengapa hewan memerlukan makanan?
2. Apa saja makanan hewan yang kamu ketahui ?
KESIMPULAN
EVALUASI
1. Buatlah teks bertema hewan dengan menggunakan huruf tegak bersambung ?
Jawab :
LEMBAR KERJA SISWA (LKS) 2
MENIMBANG BERAT MAKANAN HEWAN DENGAN ALAT TIMBANG SEDERHANA
Satuan Pendidikan : SD/MI
Kelas / Semester : II (Dua)/I
Tema : 6 (Merawat Hewan dan Tumbuhan)
Sub Tema : 1 (Hewan di Sekitarku)
Pembelajaran : 4
Alokasi Waktu : 35 menit
Nama Kelompok : .....................................
Anggota Kelompok :
1) .................................
2) .................................
3) .................................
4) .................................
Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar
|
Indikator Pencapaian Kompetensi
|
3.6 Menjelaskan dan menentukan panjang (termasuk jarak), berat, dan waktu dalam satuan baku, yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
|
3.6.1 Menyebutkan satuan berat sayuran dalam satuan baku.
3.6.2 Mendaftar satuan berat sayuran dalam satuan baku.
|
4.6 Melakukan pengukuran panjang (termasuk jarak), berat, dan waktu dalam satuan baku, yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
|
4.6.1 Menimbang sayuran dengan satuan berat.
4.6.2 Membandingkan berat sayuran yang satu dengan yang lain.
|
Tujuan :
Dengan melakukan percobaan menimbang sayuran, siswa dapat menggunakan alat timbang, mendaftar satuan berat sayuran dalam satuan baku, dan membandingkan berat sayuran satu dengan yang lain.
Langkah Kerja :
1. Siswa membawa sayuran dari rumah, timbangan dibawakan guru.
2. Guru mencontohkan cara menggunakan timbangan.
3. Siswa memcoba menimbang sayuran kemudian dicatat di kolom yang tersedia.
No.
|
Nama Sayuran
|
Berat
|
1.
| ||
2.
| ||
3.
| ||
4.
| ||
5.
|
Pertanyaan :
1. Apakah sayuran selalu memiliki berat ?
2. Bagaimana perbandingan berat sayuran satu dengan yang lainnya?
3. Bagaimana cara menggunakan timbangan?
KESIMPULAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan IPA SD
Dosen Pengampu : Dr. Pratiwi Pujiastuti M.Pd.
Disusun Oleh :
PGSD/2F
PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
TAHUN AJARAN 2018/2019












Komentar
Posting Komentar