KLASIFIKASI HEWAN
TUGAS MAKALAH
KLASIFIKASI DAN SEL JARINGAN HEWAN
Disusun Guna Memenuhi Tugas Konsep Dasar IPA SD
Dosen Pengampu : Dr. Pratiwi Pujiastuti M.Pd.
Nama :
1. Afriani Akhiri Suci
2. Sigit Febryawan
3. Friska Fauziah
PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
TAHUN AJARAN 2018/2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga kita dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam senantiasa kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang kita nantikan syafaatnya di yaumul kiamah nanti.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dr. Pratiwi Pujiastuti M.Pd. selaku dosen mata kuliah Konsep Dasar IPA SD yang telah memberikan kesempatan kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu.
Terlepas dari itu, makalah kami memiliki banyak kekurangan untuk itu kami membutuhkan kritik dan saran dari dosen mata kuliah, agar makalah kami menjadi lebih baik. Kami berharap dengan hadirnya makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua terutamanya bagi kami dan dapat menambah wawasan kita tentang klasifikasi dan sel jaringan hewan.
Kulon Progo, 2 Oktober 2018
Penyusun
DAFTAR ISI
HAL
KATA PENGANTAR...........................................................................................2
DAFTAR ISI ........................................................................................................3
BAB I ....................................................................................................................4
PENDAHULUAN.................................................................................................4
A. Latar Belakang..........................................................................................4
B. Rumusan Masalah.....................................................................................4
C. Tujuan........................................................................................................4
BAB II...................................................................................................................5
PEMBAHASAN...................................................................................................5
A. Klasifikasi hewan.....................................................................................5
B. Sel dan Jaringan Hewan...........................................................................17
BAB III.................................................................................................................23
PENUTUP............................................................................................................23
A. Kesimpulan..............................................................................................23
B. Saran........................................................................................................23
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................24
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Alam semesta terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik (makhluk hidup) jumlahnya sangat banyak dan sangat beraneka ragam. Mulai dari laut, dataran rendah, sampai di pegunungan, terdapat makhluk hidup yang jumlahnya banyak dan sangat beraneka ragam. Karena jumlahnya banyak dan beraneka ragam, maka kita akan mengalami kesulitan dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup. Untuk mempermudah dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup maka diperlukan cara. Cara untuk mempermudah kita dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup disebut Sistem Klasifikasi (penggolongan / pengelompokan).
Klasifikasi hewan adalah pengelompokan berdasarkan kesamaan bentuk dan fungsi pada tubuh hewan. Tujuan klasifikasi itu sendiri adalah untuk memudahkan mengenali jenis- jenis hewan serta memudahkan komunikasi di dalam biologi. Klasifikasi hewan bersifat dinamis. Hal itu disebabkan beberapa kemungkinan seperti adanya perkembangan pengetahuan tentang hewan, penggunaan karakter yang berbeda dalam klasifikasi. Klasifikasi hewan didasarkan atas persamaan dan perbedaan karakter tertentu pada hewan yang bersangkutan.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana klasifikasi hewan?
2. Bagaimana sel dan jaringan pada hewan ?
C. TUJUAN
1. Untuk mempelajari dan mengetahui klasifikasi hewan.
2. Untuk mempelajari sel dan jaringan pada hewan.
BAB II
PEMBAHASAN
1. KLASIFIKASI HEWAN
A. INVERTEBRATA
Kelompok hewan invertebrata mempunyai ciri-ciri tidak bertulang belakang, susunan syaraf terletak di bagian ventral (perut) di bawah saluran pencernaan, umumnya memiliki rangka luar (eksoskeleton) dan otak tidak dilindungi oleh tengkorak. Berikut adalah kelompok hewan yang termasuk invertebrata :
1. Porifera atau hewan berpori, yaitu hewan air yang hidup di laut dengan bentuk tubuh seperti tumbuhan atau tabung berpori yang melekat pada suatu dasar laut . Sumber makanan Porifera adalah Bakteri dan Plankton. Ciri-ciri morfologinya antara lain:
l Tubuhnya berpori (ostium).
l Multiseluler(mempunyai banyak sel ).
l Tubuh porifera asimetri (tidak beraturan), meskipun ada yang simetri radial.
l Terbentuk seperti tabung, vas bunga, mangkuk, atau tumbuhan.
l Warnanya bervariasi.
l Tidak berpindah tempat (sesil).
Ciri-ciri anatominya antara lain : memiliki tiga tipe saluran air, yaitu askonoid, sikonoid, dan leukonoid serta mencernaan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit
Klasifikasi:
Memiliki spikula yang tersusun dari silika. Tubuhnya kebanyakan berwarna pucat. Contohnya adalah Euplectella.
Memiliki rangka yang tersusun dari serabut sponging. Tubuhnya berwarna cerah karena mengandung pigmen amoebosit. Pigmen ini berfungsi untuk melindungi tubunya dari sinar matahari. Bentuk tubuhnya tidak beraturan. Contoh: Hippospongia
Memiliki rangka yang tersusun dari kalsium karbonat. Tubuhnya kebanyakan berwarna pucat dengan bentuk seperti vas bunga,dompet,kendi. Contoh spesies: Sycon raphanus
Coelenterata (dalam bahasa yunani, coelenteron = rongga) adalah invertebrata yang memiliki rongga tubuh. Rongga tubuh tersebut berfungsi sebagai alat pencernaan (gastrovaskuler). Coeleanterata disebut juga Cnidaria (dalam bahasa yunani, cnido = penyengat) karena sesuai dengan cirinya yang memiliki sel penyengat. Sel penyengat terletak pada tentakel yang terdapat disekitar mulutnya. Coelenterata memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks. Sel-sel Coelenterata sudah terorganisasi membentuk jaringan dan fungsi dikoordinasi oleh saraf sederhana.
Kelas-kelas yang termasuk dala filum Coelenterata adalah:
Hydrozoa adalah kelas dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Cnidaria. Sebagian besar hewan Hydrozoa hidup di laut dan berkoloni. Siklus hidup sebagian besar Hydrozoa mencakup tahap polip(silindris) yang aseksual dan tahap medusa(payung atau simetri radial) yang seksual. Contoh hewan: Hydra
Ubur-ubur adalah sejenis binatang laut yang termasuk dalam kelas Scyphozoa. Tubuhnya berbentuk payung berumbai, dapat membuat gatal pada kulit bila tersentuh. Bereproduksi secara aseksual dan seksual. Contoh spesiesnya: Chrysaora fruttescens
Anthozoa berarti hewan yang bentuknya seperti bunga atau hewan bunga, yang meliputi anemon laut serta hewan-hewan karang. Anthozoa hidup sebagai polip. Contoh spesies: Anemon laut
Tubuh pipih dosoventral(membagi tubuh atas menjadi permukaan atas berupa dorsal/punggung dan permukaan bawah berupa vertal/perut) dan tidak bersegmen. Umumnya, golongan cacing pipih hidup di sungai, danau, laut, atau sebagai parasit di dalam tubuh organisme lain. Cacing golongan ini sangat sensitif terhadap cahaya, triploblastik, hermafrodit, aselomata.
Klasifikasi:
Tubellaria atau juga disebut Cacing Berambut Getar adalah kelas dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Platyhelminthes. Salah satu contoh Tubellaria adalah Planaria sp.Cacing ini bersifat karnivor dan dapat ditemukan di perairan, genangan air, kolam, atau sungai. Biasanya cacing ini menempel dibatuan atau di daun yang tergenang air. Beberapa Turbellaria melakukan gerakan berombak untuk berenang di air. Contoh spesies: Planaria
Trematoda atau disebut juga Cacing Isap adalah kelas dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Platyhelminthes. Jenis cacing Trematoda hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia. Tubuhnya dilapisi dengan kutikula untuk menjaga agar tubuhnya tidak tercerna oleh inangnya dan mempunyai alat pengisap dan alat kait untuk melekatkan diri pada inangnya. Contoh anggota Trematoda adalah Fasciola hepatica (cacing hati). Cacing ini hidup di hati ternak kambing, biri-biri, sapi, dan kerbau. Contoh spesies: Fasciola hepatica
Tubuh cestoda dilapisi kutikula dan terdiri dari bagian anterior (skoleks),leher (stobilus),rantai, proglotid. Contoh spesies: Taenia solium
Nemathelminthes atau cacing gilik / gilig adalah hewan yang memiliki tubuh simetris bilateral(tubuh dibagi menjadi 2) dengan saluran pencernaan yang baik namun tidak ada sistem peredaran darah. Nematoda (dari bahasa Yunaninema: “benang” + -ode “seperti” adalah sebuah filum. Filum ini merupakan salah satu filum yang beranggotakan terbanyak (sekitar 80.000 spesies, 15.000 diantaranya merupakan parasit). Contohnya adalah cacing tambang. Contoh spesies: Ancylostoma duodenale
Annelida adalah cacing gelang dengan tubuh yang terdiri atas segmen-segmen dengan berbagai sistem organ tubuh yang baik dengan sistem peredaran darah tertutup. Annelida sebagian besar memiliki dua kelamin sekaligus dalam satu tubuh atau hermafrodit.
Klasifikasi:
Polyhaeta memiliki sepasang struktur seperti dayung (parapodia) pada setiap segmen tubuhnya. Parapodia berfungsi sebagai alat gerak. Parapodia juga mengandung pembuluh darah halus yang berfungsi untuk bernapas. Setiap parapodium memiliki beberapa rambut kaku yang disebut seta yang tersusun dari kitin. Contoh spesies: Nereis acutifolia
Oligochaeta ini memiliki rambut yang sedikit. Oligochaeta tidak memiliki parapodia., namun memiliki setqa pada tubuhnya yang bersegmen. Contoh spesies : Pheretima
Hirudinea tidak memiliki parapodia maupun seta pada segmen tubuhnya. Pada segmen diujung posteriordan anterior terdapat alat penghisap. Alat penghisap digunakan untuk bergerak dan menempel. Sebagian besar Hirudinea merupakan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya. Contoh Hirudinea parasit adalah Haemadipsa (pacet) dan Hirudo (lintah). Contoh : Hirudo
Mollusca adalah hewan bertubuh lunak tanpa segmen dengan tubuh yang lunak dan biasanya memiliki pelindung tubuh yang berbentuk cangkang atau cangkok yang terbuat dari zat kapur untuk perlindungan diri dari serangan predator dan gangguan lainnya. Hidup di air laut, air tawar dan di darat.
Klasifikasi:
Kelas ini bergerak dengan menggunakan perut. Gastropoda darat mengeluarkan lender dari kaki bagian anterior untuk memudahkan pergerakannya. Tubuh gastropada dilindungi cangkang tunggal. Contoh spesies: Siput (Lymnea sp)
Pelecypoda memiliki cirri khas, yaitu kaki berbentuk pipih seperti kapak. Kaki ini dapat dijulurkan dan digunakan untuk melekat di batu dan menggali pasir dan Lumpur. Cangkang pelecypoda tersusun dari lapisan periostrakum, prismatic, nakreas. Contoh : Kerang darah Anadara granosa
Kelompok hewan ini seluruhnya hidup di laut dengan berenang/merayap didasar laut. Makanannya berupa kepiting atau invertebrate lain.Pergerakannya dilakukan dengan cara mengisap air memalui sifon masuk ke dalam rongga mantel dan kemudian menyemburkan air keluar melalui sifon keluar. Contoh: Mastigoteuthis flammea
Echinonermata adalah binatang berkulit duri yang hidup di wilayah laut dengan jumlah lengan lima buah bersimetris tubuh simetris radial. Beberapa organ tubuh echinodermata sudah berkembang dengan baik. Tubuh ditutupi duri yang tersusun atas zat kapur, memiliki daya regenerasi yang tinggi, hidup di laut, berkembang biak secara kawin yang pembuahannya diluar tubuh.
Klasifikasi:
Asteroidea mempunyai duri yang termodifikasi menjadi bentuk seperti catut disebut pediselaria. Pediselaria mempunyai fungsi untuk menangkap makanan serta melindungi permukaan tubuh dari kotoran. Tubuh asteroida berbentuk seperti bintang yang terdiri dari cakram pusat tersebut. Contoh: Bintang Laut
Ophiuroidea berbentuk seperti bintang ular. Namun lengannya langsing fleksibel. Ophiuroidea tidak memiliki pediselaria. Terdapat betas yang jelas antara cakram pusat dengan lengan-lengannya. Contoh: Ophiothrix fragilis
Hewan ini pergerakan dibantu oleh kaki ambulakralnya..Echinoidea yang bertubuh bulat memiliki alat pencernaan yang khas yaitu “tembolok’ kompleks yang disebut lentera Aristoteles. Contoh hewan: Bulu babi
Kelas ini dikenal dengan nama timun laut/teripang. Hewan ini tidak berlengan . Tubuhnya memanjang tidak berduri. Contoh spesies: Holothuria mexicana
Hewan ini berbentuk seperti tumbuhan, tubuhnya bertangkai, dikenal sebagai lili laut. Sedangkan yang tubuhnya tidak bertangkai disebut bintang laut berbulu. Hewan ini tidak memiliki duri. Contoh spesies:Ptilometra australis
Arthropoda adalah hewan dengan kaki beruas-ruas dengan sistem saraf tali dan organ tubuh telah berkembang dengan baik. Tubuh artropoda terbagi atas segmen-segmen yang berbeda dengan sistem peredaran darah terbuka. Arthropoda dibagi menjadi 4 kelas, yaitu :
A. Insecta (Serangga). Insecta adalah kelompok utama dari hewan beruas (Arthropoda) yang bertungkai enam (tiga pasang); karena itulah mereka disebut pula Hexapoda (dari bahasa Yunani yang berarti “berkaki enam”) .Contoh : kecoa, kupu-kupu, nyamuk, lalat.
B. Crustaceae (Udang-udangan). Mayoritas merupakan hewan air, baik air tawar maupun laut, walaupun beberapa kelompok telah beradaptasi dengan kehidupan darat, seperti kepiting darat. Kebanyakan anggotanya dapat bebas bergerak, walaupun beberapa takson bersifat parasit dan hidup dengan menumpang pada inangnya.
Tubuh Crustacea terdiri atas dua bagian, yaitu kepala dada yang menyatu (sefalotoraks) dan perut atau badan belakang (abdomen). Bagian sefalotoraks dilindungi oleh kulit keras yang disebut karapas dan 5 pasang kaki yang terdiri dari 1 pasang kaki capit (keliped) dan 4 pasang kaki jalan. Selain itu, di sefalotoraks juga terdapat sepasang antena, rahang atas, dan rahang bawah. Sementara pada bagian abdomen terdapat 5 pasang kaki renang dan di bagian ujungnya terdapat ekor. Pada udang betina, kaki di bagian abdomen juga berfungsi untuk menyimpan telurnya. Contoh : kepiting, ketam, udang
C. Arachnoidea (Laba-laba). Laba-laba, atau disebut juga labah-labah, adalah sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda) dengan dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak bersayap dan tak memiliki mulut pengunyah. Laba-laba merupakan hewan pemangsa (karnivora), bahkan kadang-kadang kanibal. Mangsa utamanya adalah serangga. Tidak semua laba-laba membuat jaring untuk menangkap mangsa, akan tetapi semuanya mampu menghasilkan benang sutera –yakni helaian serat protein yang tipis namun kuat– dari kelenjar (disebut spinneret) yang terletak di bagian belakang tubuhnya. Serat sutera ini amat berguna untuk membantu pergerakan laba-laba, berayun dari satu tempat ke tempat lain, menjerat mangsa, membuat kantung telur, melindungi lubang sarang, dan lain-lain. Contoh : kalajengking, laba-laba, kutu buku.
D. Myriapoda (Lipan). Kelabang adalah hewan yang memiliki sepasang kaki di setiap ruas tubuhnya. Hewan ini termasuk hewan yang berbisa, dan termasuk hewan nokturnal (beraktivitas di malam hari). Contoh : lipan (kelabang), luwing (kaki seribu)
1. Pengertian vertebrata
Hewan vertebrata yaitu hewan yang bertulang belakang atau punggung. Memiliki struktur tubuh yang jauh lebih sempurna dibandingkan dengan hewan Invertebrata. Hewan vertebrata memiliki tali yang merupakan susunan tempat terkumpulnya sel-sel saraf dan memiliki perpanjangan kumpulan saraf dari otak. Tali ini tidak di miliki oleh yang tidak bertulang punggung. Dalam memenuhi kebutuhannya, hewan vertebrata telah memiliki system kerja sempurna peredaran darah berpusat organ jantung dengan pembuluh-pembuluh menjadi salurannya.
2. Ciri-ciri tubuh hewan yang bertulang belakang:
· Kranium ( tengkorak ) untuk melindungi otak, otak melekat ke sumsum tulang belakang.
· Kerangka internal, kerangka internal mendukung hewan melindungi organ internal dan memungkinkan untuk gerakan.
· Sebuah daerah kepala yang membatasi bagian otak daerah kepala memiliki akumulasi organ indra.
· Hidup vertebrata berbagai ukuran dari spesies ikan mas sekecil 0,3 inci hingga ikan paus biru yang bisa mencapai besar sepanjang 110 kaki.
3. Filum-filum hewan vertebrata
a. Pisces ( Ikan )
Pisces merupakan hewan akuatik, bernapas dengan insang, kadang-kadang terdapat gelembung renang / gelembung udara sebagai alat bantu pernapasan. Otak terbungkus oleh kranium ( tulang kepala ) berupa tulang rawan atau tulang keras. Darah pisces mengalir dari jantung melalui insang menuju ke seluruh jaringan tubuh dan kembali lagi ke jantung. Alat geraknya berupa sirip, ginjal bertipe pronefros dan mesonefros. Tubuh ditutupi oleh sisik-sisik yang sekaligus sebagai rangka luar tubuh ( eksoskeleton ), pisces berkembang biak secara seksual, ovipar ( bertelur ).
Pisces terdiri dari tiga golongan yaitu :
· Agnatha ( Cyclostomata )
Agnatha meliputi ikan-ikan yang tidak berahang, memiliki mulut bulat yang berada di ujunga anterior. Tanpa sirip namun beberapa jensi Agnatha memiliki sirip ekor dan sirip punggung. Contohnya : Mycine sp ( ikan hantu, ikan hag ), Petromyzon sp ( lamprey, belut laut ).
Agnatha meliputi ikan-ikan yang tidak berahang, memiliki mulut bulat yang berada di ujunga anterior. Tanpa sirip namun beberapa jensi Agnatha memiliki sirip ekor dan sirip punggung. Contohnya : Mycine sp ( ikan hantu, ikan hag ), Petromyzon sp ( lamprey, belut laut ).
· Chondrichthyes ( Ikan bertulang rawan )
Chondrichthyes meliputi ikan yang bertulang rawan sepanjang hidupnya. Memiliki rahang mulut di bagian ventral, kulitnya tertutup sisik placoid ( berasal dari kombinasi mesoderm dan ectoderm ). Sirip dua pasang, serta ekor heterocercal ( tidak seimbang ). Contohnya : Squalus sp ( ikan hiu ), Raja sp ( ikan pari ).
Chondrichthyes meliputi ikan yang bertulang rawan sepanjang hidupnya. Memiliki rahang mulut di bagian ventral, kulitnya tertutup sisik placoid ( berasal dari kombinasi mesoderm dan ectoderm ). Sirip dua pasang, serta ekor heterocercal ( tidak seimbang ). Contohnya : Squalus sp ( ikan hiu ), Raja sp ( ikan pari ).
· Osteichthyes ( ikan bertulang sejati )
Osteochthyes meliputi ikan yang bertulang keras, otak dilindungi oleh tulang rawan, mulutnya memiliki rahang. Sisik bertipe ganoid, sikloid atau stenoid yang semuanya berasal dari mesodermal. Insang dilengkapi operculum ( tutup insang ). Jantung beruang dua yaitu atrium dan ventrikel. Contohnya : Ameiurus melas ( ikan lele ), Aquila sp ( belut ), Scomber scombrus ( ikan tuna ), Onchorhynchus sp ( ikan salmon ), Sardinops coerulea ( ikan sarden )
Osteochthyes meliputi ikan yang bertulang keras, otak dilindungi oleh tulang rawan, mulutnya memiliki rahang. Sisik bertipe ganoid, sikloid atau stenoid yang semuanya berasal dari mesodermal. Insang dilengkapi operculum ( tutup insang ). Jantung beruang dua yaitu atrium dan ventrikel. Contohnya : Ameiurus melas ( ikan lele ), Aquila sp ( belut ), Scomber scombrus ( ikan tuna ), Onchorhynchus sp ( ikan salmon ), Sardinops coerulea ( ikan sarden )
b. Amphibia ( Amfibi )
Amfibi dikenal sebagai hewan yang hidup di dua alam, karena kemampuannya bertahan hidup baik di darat maupun di air. tubuh ditutupi kulit yang selalu basah dan tidak bersisik, sebagian besar Amfibi mengalami metamorfosis, fase larva bernapas dengan insang dan hidup di air, setelah dewasa bernapas dengan paru-paru dan kulit dan hidup didarat.
Ordo –Ordo Dalam Amfibi yaitu :
· Ordo Caudata ( Urodel )
Caudata bentuknya seperti kadal, berekor, bernapas dengan paru-paru, sebagian ada yang bernapas dengan insang. Contohnya : Megalobatrachus japonius ( salamander raksasa ).
Caudata bentuknya seperti kadal, berekor, bernapas dengan paru-paru, sebagian ada yang bernapas dengan insang. Contohnya : Megalobatrachus japonius ( salamander raksasa ).
· Ordo Salientia ( Anura )
Anura merupakan bangsa katak, tidak berekor, pandai melompat. Contohnya : Bufo terrestris ( katak bangkong ), Rana pipiens ( katak hijau ).
Anura merupakan bangsa katak, tidak berekor, pandai melompat. Contohnya : Bufo terrestris ( katak bangkong ), Rana pipiens ( katak hijau ).
· Ordo Apoda ( Gymnophiona )
Hewan semacam cacing, tanpa kaki, kulitnya lunak dan menghasilkan cairan yang merangsang. Antara mata dan hidung pada terdapat tentakel yang isa ditonjolkan, hewan ini memiliki mata tanpa kelopak dan ekornya pendek. Contohnya : Ichthyosis glutinosus.
Hewan semacam cacing, tanpa kaki, kulitnya lunak dan menghasilkan cairan yang merangsang. Antara mata dan hidung pada terdapat tentakel yang isa ditonjolkan, hewan ini memiliki mata tanpa kelopak dan ekornya pendek. Contohnya : Ichthyosis glutinosus.
c. Reptilian ( Hewan Melata )
Reptilian ( hewan melata ) memiliki kulit kering, tertutup oleh sisik-sisik atau papan epidermal. Vertebrata berkembang biak, terbagi menjadi lima bagian yaitu servikal, thorakal, lumbar, sacral dan ekor. Anggota gerak jari-jarinya bercakar mata memiliki kelenjar air mata yang menjaga supaya mata tetap basah. Reptilias bernapas dengan paru-paru dimana strukturnya lebih kompleks dari pada paru-paru amfibi. Jantung beruang empat terdiri dua atrium ( serambi ) dan dua ventrikel ( bilik ).
Ordo-Ordo Dalam Reptilia yaitu :
· Ordo Chelonia
Chelonia meliputi sebangsa penyu dan kura-kura. Tubuhnya lebar bagian dorsal dilindungi oleh karapaks ( perisai dorsal ) dan plastron ( perisai ventral ). Rahangnya tidak bergigi tapi dilapisi zat tanduk, rusuk-rusuknya bersatu denga perisai dorsal. Contohnya : Chelonia myotas ( penyu ), Chelydra serpentine ( kura-kura air tawar ).
Chelonia meliputi sebangsa penyu dan kura-kura. Tubuhnya lebar bagian dorsal dilindungi oleh karapaks ( perisai dorsal ) dan plastron ( perisai ventral ). Rahangnya tidak bergigi tapi dilapisi zat tanduk, rusuk-rusuknya bersatu denga perisai dorsal. Contohnya : Chelonia myotas ( penyu ), Chelydra serpentine ( kura-kura air tawar ).
· Ordo Squamata
Golongan reptilian bersisik tanpa rusuk abdominal. Pada ordo Squamata dibagi menjadi du yaitu Subordo Lacertilia dan Subordo Ophidia / Serpentes. Untuk contoh Subordo Lacertilian seperti Lacerta sp ( kadal ), Hemidactylus turcicus ( tokek ), Drao sp, Chameleo chameleon ( bunglon ), Varanus komodoensis ( komodo ). Sedangkan untuk contoh SubOrdo Ophidia / Serpentes yaitu Phyton molurus, Phyton reticulates ( ular piton ), Natrix sp ( ular air ), Naja sp ( kobra ), Anaconda sp.
Golongan reptilian bersisik tanpa rusuk abdominal. Pada ordo Squamata dibagi menjadi du yaitu Subordo Lacertilia dan Subordo Ophidia / Serpentes. Untuk contoh Subordo Lacertilian seperti Lacerta sp ( kadal ), Hemidactylus turcicus ( tokek ), Drao sp, Chameleo chameleon ( bunglon ), Varanus komodoensis ( komodo ). Sedangkan untuk contoh SubOrdo Ophidia / Serpentes yaitu Phyton molurus, Phyton reticulates ( ular piton ), Natrix sp ( ular air ), Naja sp ( kobra ), Anaconda sp.
· Ordo Crocodilia
Untuk ordo ini meliputi golongan buaya. Hewan ini memiliki kulit yang tebal dengan rusuk-rusuk abdominal. Tubuhnya memanjang, kepala besar dan panjang dengan rahang dan gigi yang kuat. Contohnya : Crocodylus sp, Alligator sp.
Untuk ordo ini meliputi golongan buaya. Hewan ini memiliki kulit yang tebal dengan rusuk-rusuk abdominal. Tubuhnya memanjang, kepala besar dan panjang dengan rahang dan gigi yang kuat. Contohnya : Crocodylus sp, Alligator sp.
d. Aves ( Burung )
Aves merupakan Vertebrata yang tubuhnya ditutupi bulu, bersayap dan dapat terbang. Anggota gerak depan pada Aves berupa sepasang sayap dan anggota gerak belakng berupa sepasan g kaki yang berfungsi untuk berjalan, bertengger atau berenang.
Aves terdiri dari beberapa Ordo diantaranya :
· Ordo Struthioniformes
Contoh : Struthio camelus ( burung unta ) dan omnivora.
Contoh : Struthio camelus ( burung unta ) dan omnivora.
· Ordo Casuariiformes
Contoh : Dromiceius sp ( burung kasuari ).
Contoh : Dromiceius sp ( burung kasuari ).
· Ordo Apterygiformes
Contoh: hewan sejenis burung kiwi.
Contoh: hewan sejenis burung kiwi.
· Ordo procellariiformes
Contoh : Procellariiformes yaitu hewan sejenis burung albatros.
Contoh : Procellariiformes yaitu hewan sejenis burung albatros.
· Ordo Pelecaniformes yaitu hewan sejenis burung pelican, burung ganet.
· Ordo Ciconiiformes
Contoh : hewan sebangsa burung blekok.
Contoh : hewan sebangsa burung blekok.
· Ordo Anseriformes
Contoh : golongan angsa, bebek, dan entok.
Contoh : golongan angsa, bebek, dan entok.
· Ordo Falconiformes
Contoh : elang, garuda, burung pemakan bangkai.
Contoh : elang, garuda, burung pemakan bangkai.
· Ordo Galliformes
Contoh Ordi Galliformes yaitu ayam hutan, ayam kampung, merak dan kalkun.
Contoh Ordi Galliformes yaitu ayam hutan, ayam kampung, merak dan kalkun.
· Ordo Columbifomes
Contoh Ordo Columbifomes yaitu merpati dan perkutut.
Contoh Ordo Columbifomes yaitu merpati dan perkutut.
· Ordo Psittaciiformes
Contoh : burung kakatua, betet, burung makao.
Contoh : burung kakatua, betet, burung makao.
· Ordo Strigiformes
Contoh :Tyto alba, Bubo sp ( Burung hantu ).
Contoh :Tyto alba, Bubo sp ( Burung hantu ).
e. Mamalia ( Hewan Menyusui )
Mamalia merupakan anggota Vertebrata yang tubunya ditutupi rambut, mamalia betina memiliki gladula mammae ( kelenjar susu ) yang berkembang. Anggota gerak pada mamalia berfungsi untuk berjalan, memegang, berenag atau terbang. Pada jari-jarinya terdapat kuku dan cakar. Gigi mamalia berkembang biak, meliputi gigi seri, taring, geraham ( molar ), mamalia bernapas dengan paru-paru.
Beberapa Ordo dalam kelas mamalia :
· Ordo Marsupialia ( mamalia berkantung )
Contoh : Dendrolagus sp ( kanguru ), Phalanger sp ( kuskus ), Phascolarctus sp ( koala ), Didelphia marsupialia ( opossum ).
Contoh : Dendrolagus sp ( kanguru ), Phalanger sp ( kuskus ), Phascolarctus sp ( koala ), Didelphia marsupialia ( opossum ).
· Ordo Insektivora
Contoh : Scalopus sp, Scapanus sp, Echinosorex albus.
Contoh : Scalopus sp, Scapanus sp, Echinosorex albus.
· Ordo Dermoptera
Contoh : Gakopithecus sp.
Contoh : Gakopithecus sp.
· Ordo Chiroptera
Contoh : Pteropus edulis ( kalong jawa ), Myotes sp, Desmodus sp ( vampire ), pengisap darah kuda, sapi bahkan manusia.
Contoh : Pteropus edulis ( kalong jawa ), Myotes sp, Desmodus sp ( vampire ), pengisap darah kuda, sapi bahkan manusia.
· Ordo Primata
Contoh : lemur, monyet, kera, orang utan, gorilla.
Contoh : lemur, monyet, kera, orang utan, gorilla.
· Ordo Rodentia
Contoh : tikus, tupai, landak dan hamster.
Contoh : tikus, tupai, landak dan hamster.
· Ordo Carnivora
Contoh : tikus rumah, singa laut , serigala, anjing, singa harimau, dan anjing laut.
Contoh : tikus rumah, singa laut , serigala, anjing, singa harimau, dan anjing laut.
· Ordo Laghomorpha
Contoh : Oryctologus cuniculus ( kelinci ).
Contoh : Oryctologus cuniculus ( kelinci ).
· Ordo Cetacea
Contoh : Dolphinus delvis ( dolpin laut ), Phalenoptera musculus ( paus biru ).
Contoh : Dolphinus delvis ( dolpin laut ), Phalenoptera musculus ( paus biru ).
· Ordo Proboscidea
Contoh : Elephas maximus ( gajah di india dan Indonesia ), Loxodonta Africana ( gajah afrika ).
Contoh : Elephas maximus ( gajah di india dan Indonesia ), Loxodonta Africana ( gajah afrika ).
· Ordo Perissodactyla
Contoh : Equus caballus ( kuda ), Equus asinus ( keledai ), Tapirus indicus ( tapir ).
Contoh : Equus caballus ( kuda ), Equus asinus ( keledai ), Tapirus indicus ( tapir ).
· Ordo Artiodactyla
Contoh : unta, kijang, kambing, banteng, sapi putih, dan jerapah.
Contoh : unta, kijang, kambing, banteng, sapi putih, dan jerapah.
Sel merupakan kesatuan structural dan fungsional terkecil makhluk hidup sebagai penyusun jaringan. Sel memiliki 2 tipe yaitu sel prokariotik dimana selnya tidak mempunyai inti sel,dan sel eukariotik yang mempunyai inti jelas atau inti sel sejati yang dibatasi oleh membran inti. Sel terdiri dari beberapa bagian utama yaitu membran sel,sitoplasma,dan organel-organel yg terdapat dalam sitoplasma. Membrane sel adalah selaput yang membatasi semua sel,dapat juga disebut selaput plasma atau plasmalema. Sedang sitoplasma adalah cairan sel yang berada diluar inti sel dan dibatasi membrane plasma. Setiap sel manusia,hewan,dan tumbuhan memiliki beberapa perbedaan. Terkhusus pada hewan,didalam selnya terdapat beberapa organel organel yang memiliki fungsi masing masing seperti berikut :
Ø Nukleus atau inti sel merupakan organel sel terpenting bagi metabolisme dan kehidupan sel. Nucleus merupakan organel terbesar dalam sel dan juga sebagai pengendali seluruh aktifitas sel.
Ø Mitokondria, fungsi mitokondria yang mengandung enzim-enzim melakukan oksidasi terhadap makanan dan mensitesis ATP,”peredaran” energi pada sel. Jadi,mitokondria berperan dalam mengubah energy potensial berbagai bahan makanan menjadi energy potensial yang disimpan dalam ATP.Dari segi ini,maka tidak mengherankan bahwa mitokondria cenderung untuk berkumpul didalam sek yang berperan aktif seperti sel saraf dan sel otot.
Ø Ribosom merupakan struktur yang paling kecil yang tersuspensi didalam sitoplasma.ribosom adalah situs berlangsungnya sintesis protein. Beberapa protein yang disintesis didalam sel hanyalah ditambahkan kedalam fluida sitoplasmanya dan melakukan fungsinya disana.
Ø Retikulum endoplasmik adalah system sangat luas membrane dalam sel. Membran-membran itu mempunyai struktur lipid-protein yang sama dengan yang ada pada membran lain sel tersebut. Reticulum endoplasmic yang penuh dengan ribosom disebut dengan reticulum endoplasma kasar atau RER,sedangkan reticulum endoplasmic yang tanpa adanya ribosom yang melekat disebut reticulum endoplasmic licin atau SER.
Ø Aparat golgi dijumpai pada hampir semua sel hewan dan tumbuuhan. Terdiri dari setumpuk saku pipih yang dibatasi membrane. Terutama amat penting dalam sel-sel yang secara aktif terlibat sekresi. Protein yang disintesis oleh RER dipindahkan ke aparat golgi. Aparat golgi juga merupakan situs sintesis polisakarida.
Ø Lisosom merupakan struktur yang agak bulat yang dibatasi membrane tunggal berisikan kira-kira tiga lusin macam enzim hidrolitik. Lisosom juga berperan penting dalam matinya sel-sel. Bila sel luka atau mati,lisosomnya membantu menghancurkannya.
Ø Peroksisom dibatasi oleh membran tunggal dan berisi enzim dan yang paling khas ialah katalase yang mengkatalisis perombakan hydrogen peroksida. peroksisom terkurung dalam sel sel hati dan ginjal. Peroksisom juga berperan dalam perubahan lemak menjadi karbohidrat dan dalam perubahan purin dalam sel.
Ø Mikrofilamen adalah serat tipis panjang berdiameter 5-6 nm. Terdiri dari protein yang disebut aktin. Banyak mikrofilamen yang membentuk kumpulan atau jaring pada berbagai tempat dalam sel. Bila sel hewan membelah jadi dua,misalnya,terbentuklah seberkas mikrofilamen dan memisahkan kedua sel anak tersebut. Mikrofilamen merupakan ciri terpenting dalam sel yang berpindah pindah dan berubah ubah bentuknya.
Ø Filament intermediat adalah serat sitoplasmik yang panjang dengan diameter sekitar 10nm. Filament intermediate terdapat pada semua tipe sel otot yang fungsinya mengikat bagian bagian kontraktil sel pada tempat yang tetap.
Ø Mikrotubula silinder protein yang terdapat pada kebanyakan sel hewan. Protein yang membentuk mikrotubula adalah tubulin. Mikrotubula bersifat kaku,diduga menyebabkan kekakuan pada bagian bagian sel tempat struktur itu terdapat. Mikrotubula juga memainkan peranan yang amat penting dalam pembelahan sel juga digunakan dalam pembentukan sentriol,benda basal,dan flagella.
Ø Sentriol, setiap sentriol tediri atas sebaris silinder sebanyak 9 mikrotubula. Setiap mikrotubula mempunyai dua bagian yang terikat padanya. Kedua sentriol biasanya berhadapan dengan sudut tegak lurus. Pada beberapa sel,sentriol berduplikasi untuk membentuk benda basal silia dan flagella.
Ø Vakuola ukurannya relative kecil dan sangat sedikit. Pada amoeba dan paramaecium terdapat 2 macam vakuola,yaitu vakuola makanan yang berfungsi mencerna makanan dan vakuola kontraktil yang berfungsi sebagai alat osmoregulator.
Sel-sel terdeferensiasi pada hewan membentuk suatu jaringan. Setiap jaringan biasanya terdiri atas beberapa tipe sel-sel terdiferensiasi. Jaringan penyusun organ pada hewan dikelompokkan menjadi 4 golongan besar.
l Jaringan epitel
Dibawah ini adalah pengelompokan jaringan epitel yang didasari atas beberapa hal.
a. Epitel pipih berlapis tunggal, disusun oleh sel-sel pipih dan hannya satu lapis. Epitel jenis ini terdapat pada bagian-bagian tubuh yg jarang mengalami gesekan kuat misalkan alveoli,jantung,dan glomerulus.
b. Epitel pipih berlapis banyak, berhubungan dengan fungsi proteksi misalnya terhadap gesekan misalnya di kerongkongan dan rongga hidung.
c. Epitel kubus berlapis tunggal, membentuk banyak kelejar dan juga terdapat pada permukaan ovarium,lensa mata,dan tubulus ginjal.
d. Epitel kubus berlapis banyak, berperan sebagai pelindung dari gesekan yang memungkinkan terjadi pengelupasan. Biasanya trletak dibagian dalam mulut,kerongkongan dan kelenjar keringat
e. Epitel silindris berlapis tunggal, memiliki inti yang relative terletak disalah satu sisi,tidak persis ditengah. Terdapat pda saluran pencernaan dan memiliki sel goblet yang berfungsi menghasilkan lender dalam mempermudah dalam mengabsorbsi makanan.
f. Epitel silindris berlapis banyak, umumya terletak pada lapisan paling luar seperti saluran ekskresi kelenjar ludah,uretra,dan pada laring.
g. Epitel silindris berlapis semu, memiliki inti sel tidak pada satu garis,seolah olah terdiri dari beberapa lapisan. Pada permukaannya dipenuhi tonjolan halus disebut silia yang berfungsi mengarahkan partikel yang ada diatasnya.
h. Epitel transisi, terdapat pada kandung kemih,saluran ureter dan ginjal dan memiliki banyak lapis
l Jaringan Otot
Berdasarkan struktur dan morfologinya,terdapat 3macam jaringan otot yaitu :
a. Otot polos, menjalankan organ organ bagian dalam yang bergerak terus menerus dan tidak disadari,misalnya gerakan disaluran pencernaan dan diotot pemegang lensa mata.
b. Otot rangka, melekat pada rangka. Dapat memendek (kontraksi) dan memanjang (relaksasi). Ini menyebabkan tulang yang dilekatinya berubah posisi dan terjadilah gerakan tubuh.
c. Otot jantung merupakan salah satu jaringan yang membentuk organ jantung. Sel otot jantung dapat berkontraksi sekitar 72kali permenit. Kontraksi ini bekerja dibawah control saraf otonom dan terjadi secara teratur serta cukup kuat.
l Jaringan Saraf
Jaringan saraf terdiri dari sel-sel saraf atau neuron yang mampu bereaksi terhadap rangsang dan menghantarkannya kebagian tubuh lain. Berdasarkan fungsinya,terdapat 3 macam sel saraf yaitu saraf sensorik yang berfungsi menghantarkan impuls ke pusat saraf. Saraf motorik yang berfungsi impuls dari pusar saraf ke organ organ motorik. Serta saraf penghubung yang menghubungkan neuron yang satu dan neuron yang lain.
l Jaringan Penunjang
Jaringan penunjang terdiri atas 4 jaringan yaitu :
a. Jaringan ikat, berfungsi mengikat antar jaringan menjadi organ.mengikat organ menjadi system organ.jaringan ini dikelompokkan menjadi dua,yaitu jaringan ikat longgar,contohnya jaring penghubung antara jaringan kulit dan jaringan otot dibawahnya. Selanjutnya, Jaringan ikat padat,contohnya tendon,ligament,dan fasia.
b. Jaringan lipid disebut juga jaringan lemak,merupakan timbunan cadangan makanan. Terletak dibawah kulit,bantalan bola mata,ginjal dan jantung. Selain itu,jaringan lipid berfungsi juga untuk menjaga hilangnya panas secara berlebihan.
c. Jaringan tulang tersusun atas sel-sel tulang atau osteon. Jaringan tulan dikelompokkan menjadi jaringan tulang rawan dan jaringan tulang keras. Jaringan tulang rawan disebut juga kartilago. Umumnya terdapat dicuping hidung,daun telinga,saluran eustachius dan laring.Sedang jaringan tulang keras tersusun atas sel sel osteosit.matriks tulang ini terdiri atas 67% senyawa anorganik serta 33% zat organic berupa kolagen.dengan komposisi matriks demikian,jaringan ini bersifat padat,keras,dan kaku.
d. Jaringan darah terdiri atas sel-sel darah. Didalam sel sel darah terdapat cairan darah yang disebut plasma darah. Sel darah terdiri atas seldarah merah (eritrosit),seldarah putih (leukosit),dan keping darah (trombosit). Eritrosit terbentuk dalam sumsum merah. Berfungsi mengikat dan mengangkut oksigen keseluruh jaringan tubuh. Leukosit memiliki bermacam macam jenis misalnya basofil,limfosit,monosit,neutrofil dan eusinofil. Leukosit berfungsi mempertahankan tubuh dari benda asing dab penyakit. Trombosit merupakan kepingan sitoplasma yang dibentuk dalam sumsum merah. Trombosit berfungsi untuk menutup kembali luka luka atau pecahnya pembuluh darah.
Klasifikasi makhluk hidup bertujuan untuk menyederhanakan objek studi dan bermanfaat untuk memudahkan mempelajari organisme yang beraneka ragam dan untuk melihat hubungan kekerabatan anatara makhluk hidup yang satu dengan yang lainnya. Klasifikasi hewan dibagi menjadi dua yakni hewan invertebrata dan vertebrata yang terdiri dari beberapa filum berdasarkan keadaan tulang lunaknya.
Sel merupakan kesatuan structural dan fungsional terkecil makhluk hidup sebagai penyusun jaringan. Sedangkan jaringan hewan terbagi menjadi 4 yakni jaringan epitel, jaringan penunjang, jaringan saraf dan jaringan otot.
Klasifikasi dan sel jaringan hewan merupakan salah satu mari yang cukup kompleks sehingga dengan adanya makalah ini diharapkan dapat membantu proses pembelajaran IPA SD khususnya bagi kelompok kami umumnya bagi semua orang. Apabila dalam penulisan makalah terdapat kesalahan kami mohon koreksi dan bimbingannya. Terima kasih.
3.
LAMPIRAN
1. INVERTEBRATA
| | | ||
COELENTERATA
|
ANELIDA
|
PLATYHELMINTES
| ||
| | |||
PORIFERA
|
MOLLUSCA
| |||
| | |||
ARTHROPODA
|
NEMATHEMINTHES
| |||
| ||||
ECHINODERMATA
| ||||
2. VERTEBRATA
| |
AMFIBI
|
MAMALIA
|
| |
AVES
|
PISCES
|
| |
REPTIL
| |
3. JARINGAN EPITEL
4. OTOT
5. JARINGAN PENUNJANG
6. JARINGAN SARAF
7.
DAFTAR PUSTAKA
l http://vinnifishery11.blogspot.com/2011/10/sel-dan-jaringan-pada-hewan.html
l D.A.Pratiwi dkk. 2014. Biologi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.
THANKS FOR COMING













Komentar
Posting Komentar